Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Mimpi Unik Okada Menjadi Penyapu Sampah Luar Angkasa

Gambar
Mitsunobu Okada punya mimpi yang unik. Pendiri Astroscale ini ingin perusahaannya menjadi pengumpul sampah profesional pertama di luar angkasa, membersihkan ribuan serpihan roket dan satelit di atas langit.

Bermarkas di sebuah pusat industri yang kusam, kantor Astroscale di Tokyo sepertinya berada di lokasi yang tepat untuk perusahaan yang sedang berusaha memasuki bisnis pengelolaan sampah.

Hanya di bagian dalamlah terdapat tanda-tanda bahwa pendirinya, Mitsunobu Okada, bercita-cita untuk menjadi lebih dari tukang sampah biasa: foto planet menghiasi pintu ruang rapat, satelit tiruan teronggok di salah satu sudut, dan kaus biru tua yang dikenakan Okada saat menyambut tamu-tamunya bertuliskan slogan perusahaannya, Space Sweepers atau Penyapu Angkasa.

Okada adalah wirausaha muda yang memiliki visi menciptakan perusahaan pengumpulan sampah pertama yang akan membersihkan roket dan satelit usang yang telah mencemari atmosfer sejak Sputnik 1, satelit artifisial Bumi pertama, diluncurkan ke orbi…

Kala Bulu Burung Berbicara

Gambar
Tersimpan di sejumlah museum sejarah alam di wilayah Amerika Serikat yang pernah mengalami kejayaan industri, ribuan bangkai burung mengungkap cerita kelam tentang bahaya polusi.

Banyak yang terkejut melihatnya. Ketika dua bangkai burung horned lark dijejer bersebelahan, tampak perbedaan kontras pada warna bulu mereka: yang satu putih, yang lain nyaris hitam.

Horned lark adalah burung penyanyi dengan bulu asli warna putih dan wajah serta leher semburat kuning. Burung kecil ini berjalan ketimbang melompat-lompat, dan mengeluarkan nyanyian bernada tinggi bahkan saat ia berada di tanah.

Populasi burung tersebut telah lama merosot karena perubahan fungsi lahan. Habitat mereka di dataran terbuka dan ladang pertanian di hemisfer utara telah beralih menjadi pemukiman atau infrastruktur.

Kini, burung bernama Latin Eremophila alpestris ini juga menjadi bagian penting dalam rekam sejarah polusi udara di wilayah Rust Belt, AS, selama 135 tahun terakhir. Rust Belt terbentang dari New York sampai Midw…

Mari Kembali Sejukkan Timeline Kita di Media Sosial

Gambar
Indonesia adalah pengguna Internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan 30 persen dari total penduduk tercatat sebagai pengguna media sosial aktif. Sudahkah jumlah yang sebesar ini menggunakan media sosial dengan bijak?

Bayangkan bahwa Anda sudah diterima di sebuah universitas ternama yang lama Anda incar. Masa depan nan cerah membentang di hadapan Anda. Tapi, Anda lantas menerima kabar bahwa tempat Anda dicabut ... hanya gara-gara status Facebook!

Ini sungguh terjadi baru-baru ini. Harvard University yang elite dan tersohor itu mencabut penerimaan 10 calon mahasiswa karena aktivitas mereka di Facebook menunjukkan perilaku rasis. Harvard pun membatalkan tawaran tempat bagi calon mahasiswa itu karena menganggap "kedewasaan dan karakter moral" mereka patut dipertanyakan.

Ini hanya satu contoh dari konsekuensi perilaku yang tak bijak saat bermedia sosial. Masih banyak contoh lain yang menunjukkan bagaimana unggahan yang bersifat sensitif, kontroversial, atau bernada provok…

Kita Belum Tahu Adakah kehidupan di Mars?

Gambar
Adakah kehidupan di Mars? Kita belum tahu. Tapi kita perlu menjaganya dari kemusnahan karena kecerobohan kita.

Pada 4 Juli 1997, pesawat antariksa Pathfinder mendarat di Chryse Planitia, dataran rendah utara Mars, membawa pelacak kecil bernama Sojourner. Rupanya, Pathfinder juga membawa sejumlah besar "penyusup" berbentuk mikroba Bumi.

Pertanyaannya: Apakah mikroba tersebut bertahan hidup dan bereproduksi, mengukuhkan diri sebagai kolonis Bumi pertama di Planet Merah? Kemungkinan besar tidak. Menurut NASA, ilmuwan meyakini bahwa mempertahankan dan menumbuhkan kehidupan di Mars adalah hal yang sulit.

Saat ini, pendapat itu masih berlaku. Sejak Pathfinder, ilmuwan telah mencatat lebih dari selusin faktor - dari radiasi sampai racun tanah - yang menjadikan Planet Merah itu sebagai perangkap kematian bagi sebagian besar organisme bumi.

Namun, belum lama ini para ahli biologi menemukan berbagai organisme di Bumi yang mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem, misalnya di tundra…

Stigma Negatif Terhadap Pekerja Penyandang Hepatitis

Gambar
Penyandang hepatitis usia produktif kerap mendapat stigma negatif dalam dunia kerja. Mari pahami hepatitis, agar kita terhindar dari sikap diskriminatif.

Sebagai Ketua Komunitas Peduli Hepatitis, tidak hanya sekali dua Marzuita mendengar keluhan dari penyandang hepatitis yang mengalami perlakuan diskriminatif di lingkungan kerja mereka.

Diskriminasi yang kerap terjadi antara lain tidak diterima bekerja, tidak bisa naik pangkat, atau tidak diterima menjadi pegawai tetap bila hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa pekerja positif hepatitis B atau C. Menurut Marzuita, dalam satu tahun, rata-rata bisa ada sepuluh keluhan terkait diskriminasi di tempat kerja.

"Ada begitu banyak stigma negatif di masyarakat untuk hepatitis B atau C. Kedua penyakit ini masih dianggap sebagai aib atau hal yang menakutkan. Selain itu, banyak yang keluarganya merasa takut dikucilkan, karena takut dianggap sebagai sumber penularan penyakit," ungkap Marzuita.

Bahkan, Ita mengaku pernah menerima surat…

Komunitas Robot Indonesia Mempunyai Misi Mengejar Ketertinggalan

Gambar
Robot tak hanya digemari anak-anak. Orang dewasa pun rela menghabiskan waktu dan dana untuk mengutak-atik robot. Terlebih lagi, minat terhadap robot bisa menambah teman.

Menciptakan sebuah robot merupakan kebahagiaan tersendiri, kendati prosesnya tak mudah dan perangkatnya tak murah.

Adiatmo Rahardi adalah salah satunya. Bagi Adi, robot bukan sekadar minat yang ditekuni sejak belia, melainkan sudah merupakan jalan hidupnya. Sejak SMA, dirinya sudah tertarik dengan robot. Namun, karena dulu belum ada internet, informasi seputar robot masih sangat minim.

Ketika meniti karier di sebuah majalah IT, Adi dipercaya mengelola Forum Multika, wadah bagi para pehobi robot. Dari situ, Adi melihat besarnya animo masyarakat pencinta robot.

Maka, ia berupaya mengakomodasi mereka dengan membuat Komunitas Robot Indonesia (KRI) di Facebook pada 21 Maret 2011. Ini juga lantas menjadi tanggal berdirinya komunitas tersebut.

Saat ini, total anggota komunitas tersebut telah mencapai ribuan. Mereka tak hanya berd…

Mengenal Tradisi Omed-omedan di Bali

Gambar
Pada 17 Maret, umat Hindu akan merayakan Nyepi. Di sebuah desa di Bali akan diselenggarakan omed-omedan. Simaklah keunikan tradisi yang satu ini.



"Omed-omedan" atau kerap disebut "med-medan", berarti tarik menarik. Ini merupakan sebuah tradisi ciuman massal yang dilakukan masyarakat Bali, tepatnya di desa Banjar Kaja Selatan, Denpasar Selatan. Tradisi ini digelar satu hari setelah Nyepi, yang disebut hari Ngembak Geni.

Tradisi ini digelar di Jalan Raya Sesetan, tepatnya di depan Balai Banjar Kaja Selatan. Sebelum acara dimulai, semua peserta terlebih dahulu sembahyang. Peserta omed-omedan adalah pemuda dan pemudi lajang berusia 17 - 30 tahun dari empat tempekan (kelompok wilayah) Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan. Jumlah mereka bisa mencapai 200 orang.



Tak Ada Perasaan Khusus

Peserta dikumpulkan dan dibagi jadi dua kelompok, perempuan dan laki-laki. Jika petugas sudah memberi tanda, sambil diiringi musik tradisional, kedua anggota kelompok langsung m…

Cemplon, Lenthok, dan Cothot Makanan Untuk Cemilan di Rumah

Gambar
Ada banyak cemilan atau jajanan pasar yang ada di masyarakat. Bahkan ada beberapa makanan yang bisa menembus hotel meskipun itu adalah jajanan pasar tradisional. Contohnya saja klepon, wajik, dan lemper. Makanan yang sudah ada sejak zaman old itu masih populer sebagai suguhan atau jajanan pasar yang berkelas. Emang sekolah. Hehe..

Mengapa saya menyebut berkelas? Karena saya sering mendapatinya berada didalam penyajian tampahan (aneka makanan yang disediakan dalam satu wadah tampah) yang disediakan hotel untuk coffe break atau dalam acara pesta pernikahan atau hajatan. Jajanan pasar tersebut juga masih umum menjadi isian dalan sebuah snack box.

Namun tidak semua jajanan pasar tradisional populer menjadi suguhan untuk acara resmi. Makanan berbahan dasar singkong seperti cemplon, lenthok, dan cothot, tetap saja hanya sebagai cemilan dirumah. Sebagai isian snack box saja, akan terasa aneh. Masih kalah dengan tahu bakso atau arem-arem ya.. hehe...

Entah, dari pemilik acara yang tidak menging…

Mari Berkunjung ke Tugu Proklamasi

Gambar
Bagaimana cara Anda memperingati hari kemerdekaan? Jika upacara dan berbagai lomba sudah biasa, tak ada salahnya Anda merayakan hari kelahiran Indonesia dengan menyambangi tempat pekik kemerdekaan pertama dikumandangkan. Mari berkunjung ke Tugu Proklamasi.

Kompleks Tugu Proklamasi yang secara strategis terletak di pusat kota adalah ibarat oase di tengah padat dan panasnya Jakarta.

Rimbunan pohon menempati sekeliling area tugu, dan hamparan rumput dan bunga di area taman menjadi penyejuk mata. Namun, tempat ini tak hanya menawarkan keteduhan. Tiga obyek penting didalam kompleks memiliki nilai sejarah tinggi.

Ya, taman asri seluas 3,2 hektar di kompleks Tugu Proklamasi tak hanya berfungsi sebagai salah satu "paru-paru" kota. Disinilah titik penting bagi bangsa kita, tempat kemerdekaan Indonesia dikumandangkan lantang tepat 72 tahun silam. Ketika itu, Bung Karno didampingi Bung Hatta membacakan naskah proklamasi.

Tempat pembacaan naskah aslinya berlangsung di teras rumah pribadi Bu…

Sarang Semut Papua Sebagai Obat Anti Kanker

Keunggulan Sarang Semut ini, ia memiliki dosis menyembuhkan dan meracuni yang saling berjauhan. Jadi kelebihan dosis sedikit dari anjuran, masih bisa ditolerir karena lethal dosisnya yang jauh.

Setelah buah merah dan VCO dipercaya ampuh mengobati aneka penyakit, kini Sarang Semut dari bumi Papua menjadi tumpuan harapan baru bagi dunia pengobatan herbal. Menurut hasil penelitian pre-klinis dari Lembaga LIPI Cibinong Science Center, Sarang Semut memiliki kandungan yang mampu mengobati penyakit kanker.

Apa itu Sarang Semut?

Menurut Dr. Ir. Akham Subroto, M.App.Sc, peneliti dari APU LIPI Cibinong Science Center, "Potensi dan khasiat sarang semut sangat besar dan sudah digunakan sejak lama oleh penduduk lokal Papua sebagai obat. Sarang Semut sendiri ada 26 spesies. Penelitian laboratorium mengenai efektifitas dan toksitasnya dari spesies sudah dilakukan sampai uji pre-klinis, dan masih harus diteliti."

Sarang Semut adalah jenis tanaman epifit yang tumbuh sedemikian rupa hingga pada p…