Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Tips Asyik Saat Mudik dan Balik

Gambar
MUDIK atau pulang kampung saat lebaran, bukanlah soal buat mereka yang kampung halamannya dekat. Namun kalau kampungnya harus menempuh perjalanan berhari-hari apalagi membawa kendaraan pribadi, perlu persiapan yang matang agar mudik dan balik berjalan nyaman. Ikuti tips mudik dan balik nyaman berikut ini. 1. Kondisi Tubuh. Sebelum pergi mudik, jagalah kondisi tubuh agar selalu sehat dan fit selalu, terutama sang pengemudi kendaraan 2. Kondisi mobil dan perlengkapan. Periksa kembali kondisi kendaraan sebelum dipakai 'bertempur' mulai dari tune up, oli, AC, rem, ban, wiper, radiator, tali kipas, aki, dan dongkrak. Jangan lupa bawa perlengkapan PPPK, perlengkapan mobil seperti tools kit, tali derek, ban serep, segitiga pengaman, kunci roda, palang, senter, dan keperluan lainnya 3. Bawa peta jalur mudik. Kalau nembawa kendaraan pribadi apalagi baru pertama kali mudik sebaiknya membawa peta jalur mudik terkini yang mencantumkan jalur alternatif mudik secara detail. Peta ini d

Generasi Z Lebih Ramah Teknologi

Gambar
Pembahasan tentang generasi Y atau biasa disebut milenial sering dilakukan. Terutama kaitannya dengan dunia kerja. Mereka dikatakan cenderung 'tidak setia' pada tempat mereka bekerja, dan sering berpindah-pindah. Atau, generasi milenial lebih senang menjadi pekerja lepas karena tidak menyukai politik kantor atau aturan yang kaku. Hal ini erat kaitannya dengan karakteristik generasi yang lahir antara tahun 1980an sampai 1994 . Generasi milenial merupakan generasi pertama yang sudah berinteraksi dengan teknologi sejak lahir. Mereka juga lebih fleksibel dalam pergaulan, berani mengeluarkan pendapat, serta lebih mementingkan kebersamaan, solidaritas, dan eksistensi diri mereka yang dihargai secara sosial. Namun, beberapa tahun belakangan ini, generasi sesudah milenial mulai diteliti. Generasi yang disebut sebagai generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1994 atau 1995 sampai tahun 2011 atau 2012 . Menurut David Stillman, penulis buku Gen Z @

Yuk, ke Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta

Gambar
Jika dulu perpustakaan identik dengan tempat yang membosankan dan tidak menarik, kini tidak lagi. Yuk, ajak keluarga menghabiskan akhir pekan di perpustakaan satu ini, dimana para pencinta buku dimanjakan dengan suasana nyaman. Bertempat di kompleks Taman Ismail Marzuki, Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya baru seumur jagung. Namun, perpustakaan yang menempati gedung empat lantai dan berada dibawah pengelolaan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah ini sudah menarik banyak pengunjung. Tak hanya pelajar dan mahasiswa, keluarga muda juga suka datang bersama buah hati mereka. Dalam sehari, jumlah pengunjung bisa mencapai 150-200 orang. Saat akhir pekan, jumlahnya 2-3 kali lipat, bahkan menembus 1.000 pengunjung. Apalagi jika ada event, jumlah pengunjung bisa membludak. Tak heran, perpustakaan ini hadir dalam bentuk modern dan berupaya mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang heterogen. Selain menawarkan ruang luas dan nyaman untuk membaca, disini ada fasilitas untuk

Manfaat Mumi Bagi Kedokteran Modern

Gambar
Puluhan mumi yang ditemukan di pemakaman bawah tanah gereja di Eropa Timur memberi pelajaran menarik tentang kesehatan dan penyakit di masa lampau. Selama berabad-abad, ratusan jasad manusia terkubur di ruang bawah tanah Dominican Church of the Holy Spiritual, sebuah gereja di Vilnius, Lithuania. Ketika para peneliti mulai menggali jasad-jasad tersebut lima tahun lalu, mereka menemukan 23 spesimen yang tampak berbeda. Tak seperti jasad lain yang tinggal kerangka, pada spesimen ini, daging masih menempel di tulang, sejumlah organ masih utuh di tubuh, bahkan pakaian masih membungkus kulit! "Ini adalah mumi yang diawetkan dengan sangat baik sehingga nyaris tampak seperti masih hidup," ungkap Dario Piombino-Mascali, pakar antropologi dari Italia yang telah mempelajari mumi sejak 2011. Sejak itu, para peneliti sibuk menginvestigasi rahasia keawetan para mumi Vilnius. Mereka ternyata mengungkap wawasan tentang gaya hidup manusia abad ke-17 dan ragam penyakit yang menyerang. B

Bersih-bersih Perabotan Menggunakan Bahan Ramah Lingkungan

Gambar
Tanpa kita sadari, banyak produk pembersih rumahtangga yang meracuni tubuh kita, atau menimbulkan alergi, bahkan bisa mencederai tangan kita. Untuk menghindarinya, cobalah bahan pembersih alami yang ramah lingkungan. Produk pembersih rumah tangga kini merupakan bisnis besar. Mari, perhatikan deretan bahan pembersih rumahtangga yang dijual di pasar-pasar swalayan. Berbagai merek di pajang di rak-rak setiap pasar swalayan. Semua dengan janji “membersihkan yang terbaik”. Selain mahal, produk-produk tersebut dibuat dari bahan kimia yang keras yang bisa mengganggu kesehatan kita jika terhirup, merusak tangan kita jika tidak menggunakan sarung tangan, dan merusak alam lingkungan jika dibuang sembarangan. Menurut penelitian di Australia, jika terpapar bahan pembersih yang berbasis kimia dalam jangka panjang, maka liver dan ginjal bisa terganggu bahkan bisa merusak fungsinya; produksi hormon pun kacau. Beberapa jenis bahan kimia yang digunakan bahkan bisa memicu timbulnya sel-sel kanker. J

Bentara Budaya Jakarta Wadah Pecinta Seni

Gambar
Lembaga kebudayaan, begitu istilah yang disematkan pada Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Unik, lebih dari sekedar galeri seni, BBJ merupakan rumah dan panggung para pencinta seni dari berbagai dimensi kesenian. Tak hanya filosofinya yang mendalam, namun juga konsep BBJ memiliki makna tersendiri. Arti kata Bentara sendiri adalah utusan. Para pendiri BBJ memiliki visi dan misi ingin Bentara Budaya bisa menjadi perutusan budaya Indonesia dengan cara memberi ruang apresiasi terhadap segala bentuk kesenian, baik kesenian yang dulu pernah ada dan terpinggirkan maupun kesenian kontemporer. Paulina Dinartisti, Manajer Bentara Budaya Jakartamenjelaskan, bahwa dalam hal ini BBJ memfasilitasi agar kesenian yang pernah tumbuh tidak kemudian menjadi hilang. Lebih rinci Dinar, begitu wanita paruh baya ini akrab disapa, menceritakan awal berdirinya BBJ yang merupakan bukan sesuatu yang disengaja. Karena para pemrakarsanya yang tak lain adalah pendiri Kelompok Kompas Gramedia (KKG) yaitu P.K. Ojong d

Bentengi Si Kecil dari Difteri

Gambar
Difteri sudah menjadi epidemi sejak abad ke-6. Mengapa kini penyakit infeksi mematikan ini muncul lagi? Akibat difteri, tak sedikit anak Indonesia harus meregang nyawa, dan ratusan anak dirawat di rumah sakit. Sebaran penyakit infeksi ini yang merata di 28 provinsi membuat pemerintah harus mengumumkan status Kejadian Luar Biasa alias KLB. Padahal, difteri bukan penyakit baru. Ia sudah ditemukan sejak abad ke-5, dan dikabarkan menjadi wabah epidemi di abad ke-6, seperti dilaporkan oleh Aetius dari Ameda, tokoh kedokteran Yunani. Seiring perkembangan sains dan penemuan vaksin, difteri pun mulai menghilang. "Nah, saat masyarakat lengah karena menyangka penyakit ini sudah tidak ada, ia muncul kembali. Jika kita tidak waspada, terjadilah KLB difteri seperti belum lama terjadi," papar DR. Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K ), staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM . Konsultan penyakit tropik yang akrab disapa Dr. Hinki ini mengungkap, infeksi difteri disebabkan

Anda Tinggal di Rumah Kota? Buat Taman Vertikal Saja!

Gambar
Taman menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan rumah. Justru dengan adanya taman, lingkungan rumah menjadi jauh lebih asri. Bagaimana jika lahan rumah terbatas? Temukan solusinya. Tinggal di perkotaan, luas lahan yang tersedia dan terjangkau semakin terbatas. Sehingga tinggal di hunian mini dengan kebutuhan ruang yang minimal pun diterima dengan lapang dada. Semisal Anda tinggal di apartemen pastinya tidak bisa melebarkan lahan seperti halnya membangun rumah bertingkat. Nah, terbatasnya lahan ini juga akhirnya membuat hunian tak leluasa dalam menghadirkan lahan penghijauan. Sayang sekali, bukan? Padahal memiliki taman merupakan hal krusial sekali bagi wajah dan keasrian sebuah hunian. Dengan menghadirkan penghijauan, secara estetika, rumah jauh dari kesan gersang, kering dan tak bernyawa. Sebaliknya bila di sana-sini bersemi tanaman hijau serta bebungaan warna-warni, rumah pun tampak asri dan cantik, serta udara tercium segar. Di tengah kondisi global lingkungan saat ini yang

Sebuah Tindakan yang Sangat Bapak Benci Selain Perceraian

Gambar
Kususuri jalan menuju rumah tempatku dilahirkan dan dibesarkan di daerah pinggiran kota. Setelah beberapa menit, akhirnya aku sampai juga di rumah masa kecilku. Rumah bercat hijau itu adalah rumah yang selalu mampu menenteramkanku sedari kecil, meski tanpa asuhan seorang ibu yang sudah meninggal sejak aku baru dilahirkan. Di rumah itu, hanya ada bapak yang selalu menjaga dan merawatku sepenuh cinta, tanpa mau menikah lagi. Bagaikan kesetiaannya menjaga pohon-pohon dan tanaman miliknya di rumah seluas 1.000-an meter, kesetiaan bapak terhadap ibu tiada duanya. Kokoh bagaikan sebatang pohon. Bahkan ketika mas Toto kudapati tengah mengantarkan seorang wanita bertubuh langsing, berkulit putih, dan berambut panjang hitam legam ke stasiun kereta menuju Bandung,  bapak menguatkanku hingga nembuatku rela memaafkan mas Toto yang menangis penuh penyesalan di malam itu. "Nduk, setiap orang harus diberikan kesempatan kedua untuk berubah, karena manusia tidak ada yang sempurna, termasuk su

Ayo Pahami Pendidikan Karakter, Agar Ia Tak Sekedar Jargon

Gambar
Belum lama ini, Presiden RI mengeluarkan peraturan yang mencanangkan "Penguatan Pendidikan Karakter pada Anak". Mari pahami pendidikan karakter, agar ia bukan sekadar jargon. Sering kita mendengar tindakan negatif bahkan kriminal dilakukan pelajar atau mahasiswa. Lantas, serta-merta kita menuding pihak institusi pendidikan yang lalai dalam mendidik dan mengajarkan karakter yang baik pada peserta didik. Tentu, saling menyalahkan merupakan bentuk lain dari keburukan karakter individu itu sendiri. Menyikapi fenomena ini, Esti Wungsu , S.Psi., M.Ed., Psikolog , staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran , berpendapat bahwa pendidikan karakter menjadi marak karena banyaknya kasus yang terkait dengan kasus perundungan. Menurut Esti, perundungan yang terjadi baik pada tingkat SD, SMP maupun SMA tersebut pada dasarnya adalah kurangnya sikap welas asih dan saling menghargai di antara teman sendiri. "Selain itu, kemajuan di dunia modern juga menjadi salah satu